Tuesday, 21 May 2013

Sistem Jaringan dan Kerjasama Toko Buku

Oke nih, saya share lagi makalah kulaih saya dulu mengenai Sistem Jaringan dan Kerjasama Toko Buku di wilayah Yogyakarta, silakan share, unduh, kopi atau paste boleh saja kok, monggo..
Pendahuluan dulu yak!
Buku adalah sumber informasi yang eksistensinya bertahan sangat lama meskipun di era globalisasi ini kemajuan teknologi semakin pesat tetapi buku masih menjadi sumber informasi yang dipercaya dan digunakan oleh banyak pembacanya sebagai sumber informasi dan referensi yang terpercaya. Toko buku adalah sebuah tempat, dapat berupa bangunan atau ruang, yang di dalamnya menjual berbagai jenis buku yang tersusun rapi di rak-rak buku dan alat-alat yang terkait dengan buku itu sendiri. Saat ini berkembang pula toko buku online yang tidak mempunyai bangunan, toko buku diskon, dan toko buku dalam bentuk lain. Toko buku sangat berperan penting dalam masalah inni, karena took buku ppada hakikatnya juga menyediakan informasi meski tujuan utamanya adalah mendapat keuntungan tetapi toko buku juga berjasa dalam kemudahan dan akses informasi di era ini.

Toko Buku Social Agency Baru Ambarukmo terletak di Jl. Laksda. Adisucipto No. 22. Toko tersebut bukan satu-satunya toko buku Social Agency karena masih terdapat dua cabang toko buku lagi. Kantor pusat tersebut didirikan pada tanggal 22 Mei 2002 dan kebanyakan orang di Yogyakarta sudah sangat familiar dengan nama ini karena toko buku ini terkenal dengan kelengkapan di segi koleksi dan keunggulan dari toko buku lainnya di sekitar kota Yogyakarta, yaitu kelengkapannya pada koleksi buku tentang agama Islam, dan dijadikan juga sentral kulakan buku-buku islam khususnya untuk pendidikan tingkat perguruan tinggi bahkan sampai luar kota Yogyakarta.
Sebuah perusahaan tidak akan mampu berdiri sendiri dalam menjalankan usahanya, di tengah persaingan pasar yang begitu ketat dan kerasnya, butuh kerjasama dengan pihak-pihak terkait untuk terus berjalan lancar, dan sistem kerjasama harus diperhitungkan tentang bagaimana sistem, dengan siapa, proses, hambatan dan kemudahannya agar dalam menyusun strategi perencanaan kerjasama hasilnya maksimal dan sesuai dengan yang kita harapkan.
Social Agency Baru adalah sebuah toko buku yang mempunyai banyak cabang di Yogyakarta yang berpusat di jalan Laksda Adisucipto. Relasinya terdapat dimana-mana seperti halnya penerbit, instansi pendidikan, perpustakaan, toko buku yang lain, dan badan usaha lainnya.
Sistem jaringan yang digunakan oleh toko buku Social Agency Baru bermacam-macam sebagai contoh, pelayanan pembelian buku oleh konsumen. Konsumen dapat langsung datang ke toko buku atau juga bisa memesan secara online (email, fax, atau pesan langsung ke web social agency www.socialagencybaru.com). Social agency adalah toko buku yang sudah berbasis teknologi seperti halnya dalam pencarian buku konsumen bisa mengakses di OPAC.
Kerjasama yang dilakukan oleh toko buku social agency yang notabenya toko buku sentral khusus buku islam di wilayah Yogyakarta bermacam-macam, toko buku ini menjalin hubungan langsung dengan penerbit seperti Mizan, Rajawali Prezz, Gemain Prezz. Penerbit memberi informasi langsung baik secara online, via telefon atau fax untuk memberitahu bahwa ada terbitan baru, agar Social Agency langsung memesannya untuk dijual/distribusikan ke pasaran.
Seperti yang tertulis di atas, Social Agency juga melakukan kerjasama dengan Perguruan Tinggi Islam seperti halnya STAIN, STAIS, UIN dan lainnya, kerjasama dengan instansi pendidikan perguruan tinggi ini biasanya langsung  kepada perpustakaannya, atau terkadang jika fakultas memesan buku tertentu, Social Agency juga menyediakan buku umum non islam. Pengalaman yang pernah dijalani Social Agency, yang dirintis oleh pendirinya Bapak Tono fm berawal dari pengalaman beliau menjalankan bisnis toko buku di koperasi mahasiswa di UIN Sunan Kali Jaga selama kurang lebih 10 tahun, pengalaman ini menjadi bekal penting beliau dalam usaha penjualan buku. Seperti kata pepatah sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukti, hal itu pulalah yang terjadi Bapak Tono, yang dahulunya hanya bermodal sbidang tanah yang terletak di KOPMA (sekarang) beliau memasarkan buku dari pembelinya mulai dari satu orang hingga sekarang berdiri toko buku yang tegak menentang langit di jalan Laksda Adisucipto yang sudah mempunyai banyak pelanggan dan banyak relasi tentunya.
Toko buku ini adalah toko buku yang sangat menghargai kerjasama, tak terkecuali kerjasama dengan individu, seseorang yang mempunyai potensi untuk berwirausaha punya peluang untuk untuk menjalin kerjasama dengan Social Agency terutama di bidang marketing (pemasaran). Sehingga tercipta jalinan  kerja sama yang lebih besar, yang sangat berdampak positif pada toko tersebut dan juga memberi keuntungan kepada individu yang menjalin kerjasama dengan toko tersebut.
Kemajuan teknologi sangat berpengaruh pada kemajuan Social Agency ini, terutama pada bidang pemasaran, promosi, dan kerjasama anatr toko buku dan instansi terkait. Siring perkembangan zaman dan kemajuan teknologi sosial agency juga mencoba menerapkannya dalam pembangunan pemasaran mereka, seperti menggunakan web sebagai pelayanan online yang mampu melayani para pelanggan sehingga pelanggan tidak harus datang ke toko buku, namun mendapatkan buku yang di inginkan pada waktu itu juga, yaitu dengan pesan antar.
Pelanggan yang selalu mencari dan membutuhkan informasi akan selazlu datang ke toko buku ini untuk mencari informasi yang duibutuhkannya sehingga eksistensi toko buku ini terus berlanjut hingga sekarang, pelanggan ini bisa disebut sebagai pelanggan tetap karena diantara keduanya sudah terjalin kepercayaan.
Tidak adanya SOP (prosedur) yang efektif di dalam toko buku ini menjadikan  pegawai-pegawai baru yang masih amatir di dalam penjualan buku akan menimbulkan banyak kesalahan dan sang pemimpin harus menyediakan waktu ekstra untuk memberikan pengarahan kepada pegawai-pegawai baru ini.
Kurangnya informasi dari pelanggan menyulitkan petugas dalam membantu mencari buku yang diinginkan pelanggan tersebut. Instruksi, kata kunci, dan poin utama yang digunakan dasar pencarian pada OPAC juga harus jelas karena sistem otomasi juga memerlukan kata kunci yang setidaknya bisa dilacak oleh OPAC tersebut.
Kekurangan dan keterbatasan koleksi yang  masih belum bisa dipenuhi permintaan pelanggan secara maksimal, kurangnya sumber buku menjadikan sedikit banyak permintaan yang tidak terpenuhi, hal ini yang masih terus di kembangkan penyelesaiannya dengan banyak menjalin kerjasama dengan banyak instansi dan pihak-pihak yang terkait dengan perbukuan.

No comments:

Post a Comment

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...